Selayang Pandang Tirta Samudra
Pembinaan Wushu Tirta Samudra adalah wadah pengembangan wushu pertama yang mengajarkan materi wushu internasional di kota Malang - Jawa Timur. Usianya yang ke-9 dapat dikatakan sebagai usia berkembangannya wushu sebagai olahraga resmi di Malang.

© PW. Tirta Samudra / Foto: Adi Suryono
Selain mengantarkan anggotanya menggapai prestasi dalam wushu, Tirta Samudra menyambung ikatan antar anggotanya dengan tali persaudaraan sebagai satu keluarga besar. Tirta Samudra memiliki manajemen yang dikelola peserta remaja sekolah menengah pertama dan umum. Hal ini bertujuan memberi kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan diri dan membangun mental disiplin, sesuai dengan pandangan bahwa di dalam Tirta Samudra kita berlatih untuk hidup.
Perkembangan Wushu di Indonesia dan di Dunia
kemerosotan prestasi wushu Indonesia sejak tahun 1998 merupakan pemandangan yang sangat bertolak-belakang dengan perkembangan Wushu di dunia internasional yang semakin menanjak.
Kesalahan Pemahaman tentang Wushu di Indonesia
Akibat penyebaran Wushu yang tak terstruktur, dimulailah era ketika wushu tradisional dikaitkan dengan hal-hal yang tak ada hubungannya, sehingga timbul banyak persepsi yang salah.
Perkembangan Pesat Wushu Indonesia di Awal Berdirinya PBWI
Keseluruhan atlet peserta kejurnas pernah mencapai sekitar seribu orang. Mengingat bahwa mereka merupakan hasil seleksi kejurda dari propinsi masing-masing, bisa diperkirakan berapa banyak wushuwan di daerah masing-masing dan berapa jumlah wushuwan di seluruh Indonesia.
Sejarah Perkembangan Tirta Samudra
Perjalanan terbentuknya PW. Tirta Samudra diawali oleh James Waskito S, seorang pelajar SMP domisili Malang, yang mulanya adalah atlet Sasana Senam Pagi Ambengan Plaza Surabaya. Di bawah binaan Master Wang Dong Lian (pelatih nasional wushu Cina) selama 7 bulan, James menguasai 7 jurus wajib wushu dan sejumlah jurus tradisional. Kesibukan ketika memasuki SMU membuat James sulit melakukan perjalanan Surabaya-Malang, sehingga atas anjuran Bpk. Hadi Soewito untuk mengembangkan wushu di Malang, James memutuskan aktif melatih. Tanggal 29 Maret 1996, dengan bermodal semangat, James bersama dengan anggota lain mendeklarasikan berdirinya Tirta Samudra.
Perkembangan awal PW. Tirta Samudra dibantu oleh Bpk. Yusuf Deli yang meminjamkan gedung di Jl. TGP 10 secara cuma-cuma. November 1996, sasana memiliki finansial yang memadai sehingga dapat menggunakan gedung Katolik Sasono Budoyo di Jl. Mgr. Sugio Pranoto (Jl. Gereja) Kayu Tangan sebagai tempat latihan.
Memasuki tahun 2002, Tirta Samudra mulai mengalami kendala-kendala yang berasal dari eksternal maupun internal. Seiring dengan semakin meningkatnya intensitas masalah yang dihadapi pada tahun 2003, PW Tirta Samudra menata diri menjadi sebuah Exclusive Club.